Sedong Lor – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Sedong Lor menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, serta masyarakat Desa Sedong Lor.
Santunan diberikan kepada anak-anak yatim dan piatu yang berada di wilayah Desa Sedong Lor. Bantuan yang disalurkan berupa uang santunan dan berbagai kebutuhan lainnya yang diharapkan dapat membantu serta memberikan kebahagiaan kepada para penerima manfaat, khususnya dalam momentum bulan Muharram yang penuh berkah.
Kuwu Desa Sedong Lor, Supyan Suri, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan piatu merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus wujud kepedulian sosial Pemerintah Desa Sedong Lor terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
"Momentum 10 Muharram menjadi kesempatan bagi kita semua untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan piatu. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita," ujar Supyan Suri, S.Sos.
Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan Desa Sedong Lor, serta untuk kesehatan dan kesuksesan seluruh masyarakat.
Masyarakat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan oleh berbagai pihak menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan santunan anak yatim dan piatu pada 10 Muharram ini, Pemerintah Desa Sedong Lor berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan rasa persaudaraan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun desa yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.